
Nio bangun pukul empat
Menghampiri aku yang masih berselimut rapat
Ia gigit kakiku hingga aku terperanjat
Ku bukakan pintu sehingga ia bisa keluar buang hajat
Setengah enam ia berinspeksi
Diperiksanya ruang tamu sampai garasi
Ia pastikan lengkapnya seluruh penghuni
Lalu ia merengek minta jatah pagi
Sesudah makan ia keluar
Menemui rekan dan berkelakar
Berpamer bulu serta mata bersinar
Berharap mendapat pasangan yang kekar
Pukul dua ia pulang ke rumah
Matanya sayu, tubuhnya lelah
Ia tunggu jatah siang dengan hati resah
Belum dapat jatah, ia pun marah
Karpet dan sofa jadi sasaran
Tajam kukunya menyebar cakaran
Karpet dan sofa jadi keriting menyedihkan
Ia pun menggeram tanda kemenangan
Tidak cukup karpet dan sofa
Ia cari penghuni yang bisa jadi terdakwa
Ia serang dengan gigi dan cakarnya
Akhirnya ia dapat jatah siangnya
Setelah kenyang ia pun kabur
Menuju sofa yang sudah hancur
Uletkan badan lalu tertidur
Damai bermimpi sambil mendengkur
Pukul enam ia terbangun
Melihat mentari yang sudah turun
Di depan rumah ia tertegun
Belum ada penghuni pulang satu pun
Dengan perut lapar ia termangu
Tersenyum membayangkan jatah malam itu
Di depan pintu ia setia menunggu
Sampai penghuni terakhir memasuki pintu
(1998, buat beNio, kucing gw yg selalu menunggu gw pulang dan mendengar keluh kesah gw. I love U, my dearest cat…!)