Anak Kecil Penjual Koran

Dsc00070Sepasang mata penuh asa

Mencari seseorang yang membutuhkannya

Dari hati kecil ia berharap

Seseorang memanggil dan memberinya uang…

Di pagi sebuta ini

Ia berebut dengan mentari

Bersuara parau mengais rejeki

Lewat perjuangan menggapai mimpi

Di usia sebelia itu

Ia tepiskan gelak tawa teman-temannya

Walau ingin ia nikmati bermalasan dan bermanja-manja

Ia berjuang demi perut yang memanggilnya

Di kota sebesar ini

Ia coba taklukan dengan tangan-tangan kecilnya

Ia coba saingi suara riuhnya kendaraan

Ia coba bertahan, walau lelah, lapar, dan lemah ia rasakan…

Ah…anak yang manis….

Aku tak tahu kisah hidupmu, walau ingin tahu…

Aku tak tahu apakah hatimu menangis dalam tawa…

Aku tak tahu berapa banyak keringat yang telah kau seka…

Yang aku tahu…

Kau adalah benar-benar anak yang manis…

Anak yang tidak pernah putus asa…

Yang berani menaklukkan kota ini…(1995)

One Response to “Anak Kecil Penjual Koran”

  1. Bobby Says:

    Hai Riska, aku suka banget ama puisi ini.
    Ia berebut dengan mentari
    Bersuara parau mengais rejeki..
    Jadi terinspirasi kalau ketemu penjual koran yang masih anak-anak, harga korannya sebaiknya ditawar menjadi lebih mahal..Kalau harga Kompas Rp. 3000 yaa kasih anak itu Rp 5000 yang dua ribu buat “upah anak itu karena dalam usia muda ia telah berani berebut dengan mentari..hisk
    Makasih ya Riska…

    Salam terbaik
    Bobby

Leave a Reply